Menurut Menurut Thomlinson, 1974 Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang berbiji satu (monokotil) dan mempunyai akar rimpang, daun, bunga, dan buah. Jadi sangat berbeda dengan rumput laut (algae). Lamun (sea grass) adalah tumbuhan berbunga yang sudah sepenuhnya menyesuaikan diri untuk hidup terbenam di laut. Tumbuhan ini terdiri dari rhizome, daun dan akar. Rhizome merupakan batang yang terendam merayap secara mendatar, serta berbuku-buku. Pada buku-buku tersebut tumbuh batang pendek yang tegak ke atas, berdaun, dan berbunga. Pada buku tumbuh pula akar. Dengan rhizome dan akarnya inilah tumbuhan tersebut dapat menancapkan diri dengan kokoh di dasar laut hingga tahan terhadap hembusan gelombang dan arus. Sebagian besar lamun berumah dua, artinya dalam satu tumbuhan hanya ada bunga jantan saja atau bunga betina saja. Sistem pembiakannya bersifat khas karena mampu melakukan penyerbukan didalam air (hydrophilous pollination). Buahnya pun terendam dalam air (Nontji, 1993).

Lamun hidup di perairan dangkal yang agak berpasir sering dijumpai di terumbu karang, lamun pada umumnya membentuk padang yang luas di dasar laut yang masih dapat dijangkau oleh cahaya matahari yang memadai bagi pertumbuhannya. Padang lamun merupakan ekosistem yang sangat tinggi produktivitas organiknya. Ke dalam air dan pengaruh pasut serta struktur substrat mempengaruhi zona sebagian jenis lamun dan bentuk pertumbuhannya. Hampir semua tipe substrat dapat ditumbuhi lamun, mulai substrat yang berlumpur sampai berbatu. Namun padang lamun yang khas lebih sering ditemukan di substrat lumpur berpasir yang tebal antara hutan rawa mangrove dan terumbu karang (Nontji, 1987).

Oleh karena itu, lamun ini hidup di bawah air, bunganya dipolinasi di dalam air melalui bantuan arus. Serbuk sari seperti benang terdapat padat di dekat air dan karenanya mudah terangkut air. Lamun tumbuh bertahun-tahun, rimpangnya tumbuh memanjang dan membentuk pasangan-pasangan daun dan akar baru. Kadang-kadang ia membentuk komunitas yang lebat hingga merupakan padang lamun (sea grass bed) yang cukup luas (Romimohtarto, 1999).

Lamun tumbuh bertahun-tahun, rimpangnya tumbuh memanjang dan membentuk pasangan-pasangan daun dan akar baru. Kadang-kadang ia membentuk komunitas yang lebat sehingga merupakan padang lamun (sea grass bed) yang cukup luas. Padang lamun mempunyai produktifitas organik yang sangat tinggi. Di situ terdapat macam-macam biota laut seperti Crustacea, Molusca, cacing dan juga ikan (Romimohtarto,1999).
Di samping sebagai tempat mencari makan dan memijah, padang lamun juga dapat memperlambat gerakan air yang disebabkan oleh arus dan gelombang (sebagai peredam gelombang) sehingga perairan di sekitarnya tenang. Hal ini menyebabkan substrat di bawah padang lamun menjadi lebih stabil. Oleh karena itu, padang lamun disukai oleh organisme-organisme yang lain karena digunakan sebagai tempat berlindung bagi larva-larva yang baru menetas dari arus maupun berlindung dari sinar matahari.

JENIS-JENIS LAMUN
Ada 58 jenis lamun di dunia dan 12 jenis diantaranya telah ditemukan di Indonesia, yaitu Sryngodium isoetifolium, Halophila ovalis, Halophila spinulosa, Halophila minor, Halophila decipiens, Halodule pinifolia, Halodule uninervis, Thalasodendron ciliatum, Cymodocea serrulata, Cymodocea rotundata, Thalassia hemprichii dan Enhalus acoroides (Romimohtarto,1999).

Ada tiga marga yang paling banyak dijumpai di perairan pantai, yaitu Halophila ovalis, yang terdapat di pantai pasir, di paparan terumbu, dan di dasar perairan lumpuran dari paras pasut rata-rata pada pasut purnama, memberikan lingkungan yang cocok bagi pelekatan alga. Di perairan laut mereka membentuk tajuk (canopy). Sedangkan bunganya berkelamin tunggal dan soliter (Romimohtarto,1999)

Marga yang kedua adalah Enhalus accoroides, yaitu perdu di bawah air yang mempunyai perakaran kuat dan diselimuti oleh serabut-serabut hitam yang kaku dan memanjang. Daun-daunnya berupa pasangan dengan jumlah dua atau tiga dalam pelepah bonggol (basal sheath). Tumbuh-tumbuhan ini terdapat di bawah air surut rata-rata pada pasut purnama pada dasar pasir lumpuran. Mereka tumbuh subur di tempat yang terlindung di pinggir bawah dari mintakat pasut dan di batas atas mintakat bawah litoral. Bunga betina soliter dan lebih besar, sedangkan bunga jantannya berwarna putih dan lebih kecil (Romimohtarto,1999).
Salah satu jenis lamun di perairan kita adalah Cimodocea rotundrata. Tumbuh-tumbuhan ini terdapat tepat di bawah air surut rata-rata pada pasut purnama pada pantai pasir dan pantai lumpuran. Lamun ini mempunyai geragih (runner atau stolon) yang kuning dan terdapat selingan hitam pada tiap-tiap ruasnya yang terendam di dalam pasir (Romimohtarto,1999).

Sebagai sumber daya pesisir, ekosistem padang lamun memiliki multifungsi untuk menunjang sistem kehidupan dan berperan penting dalam dinamika pesisir dalam laut terutama perikanan pantai. Fungsi padang lamun antara lain : menangkap sedimen, menstabilkan substrat dasar dan menjernihkan air, produktivitas primer, sumber makanan langsung kebanyakan hewan; habitat beberapa jenis hewan air; substrat organisme yang menempel (Supriharyono, 2000).’

PENDISTRIBUSIAN LAMUN
Menurut Dahuri (2003), parameter lingkungan utama yang mempengaruhi distribusi pertumbuhan ekosistem padang lamun adalah:

1. Kecerahan
Lamun membutuhkan intensitas cahaya tinggi untuk melaksanakan proses fotosintesis. Terbukti dari asil observasi yang menunjukkan bahwa distribusi padang lamun hanya terbatas pada perairan yangtidak terlalu dalam. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan untuk ditemukan dikedalam 90 meter, asal masih terdapat cahaya. Peningkatan sediment akan mengakibatkan tingginya kekeruhan perairan, sehingga berpotensi mengurangi penetrasi cahaya. Hal ini dapat menimbulkan gangguan terhadap produktivitas primer padang lamun.

2. Temperatur
Spesies lamun didaerah tropic mempunyai toleransi rendah terhadap perubahan temperature. Kisaran temperature optimal bagi spesies lamun adalah 28 – 30 0C. kemampuan fotosintesis akan menurun tajam bila temperature berada diluar kisaran toleransi optimal tersebut.

3. Salinitas
Sebagian besar lamun memiliki toleransi yang lear, yaitu antara 10 dan 40 ‰. Nilai salinitas optimum untuk lamun adalah 35 ‰. Salah satu factor yang menyebabkan kerusakan ekosistem padang lamun adalah meningkatnya salinitas yang diakibatkan oleh berkurangnya suplai air tawar dari sungai.

4. Substrat
Padang lamun hidup di berbagai macam substrat, mulai dari Lumpur sampai sediment dasar yang terdiri dari endapan Lumpur halus sebesar 40%. Kedalamn substrat berperan dalam menjaga stabilitas sediment yang mencakup 2 hal, yaitu pelindung tanaman dari arus air laut dan tempat pengolahan serta pemasok nutrient. Kedalamn sediment yang cukup merupakan kebutuhan utama untuk pertumbuhan dan perkembangan habitat lamun.

5. Kecepatan arus perairan
Produktivitas padang lamun juga dipengaruhi oleh kecepatan arus perairan. Pada saat kecepatan arus sekitar 0,5 m detik-1, jenis turtle gras mempunyai kemampuan maksimal untuk tumbuh